sinkhole

Fenomena Sinkhole di Kawasan Persawahan Sumatera Barat

Fenomena sinkhole atau tanah ambles muncul di kawasan persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Sinkhole berupa lubang besar awalnya digenangi air berwarna coklat, namun warna air berubah menjadi biru kehijauan seperti air telaga. Volume air di dalam sinkhole juga terus meningkat hingga meluap dan menggenangi area persawahan di sekitarnya.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, mengingat fenomena sinkhole berpotensi menimbulkan bahaya lanjutan seperti pergerakan tanah susulan dan pencemaran lingkungan.

Baca Juga: El Nino Jadi Salah Satu Penyebab Kekeringan. Apakah Mengancam Kehidupan Manusia?

 

Apa Itu Sinkhole?

Sinkhole merupakan fenomena geologi berupa lubang atau cekungan yang terbentuk akibat runtuhnya lapisan batu gamping (batugamping) di bawah permukaan tanah. Proses pembentukan sinkhole berlangsung dalam jangka waktu lama dan dipicu oleh air hujan yang bersifat asam karena menyerap karbon dioksida (CO₂) dari udara dan permukaan tanah.

Air hujan dan air tanah yang mengalir melalui rekahan batuan gamping secara perlahan melarutkan mineral kalsit di dalamnya. Proses ini membentuk rongga bawah tanah yang semakin membesar dan melemahkan lapisan penyangga di atasnya. Saat terjadi hujan lebat, lapisan penutup rongga menjadi semakin tipis hingga akhirnya runtuh secara tiba-tiba dan membentuk sinkhole di permukaan tanah.

“Saat itulah lapisan atap runtuh secara mendadak dan terbentuk lubang di permukaan tanah yang kita kenal sebagai sinkhole,” ujar Adrin, Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN.

Fenomena sinkhole cukup sering terjadi di Indonesia, terutama di wilayah bentang alam karst atau kawasan batu gamping, seperti wilayah Gunungkidul, Pacitan, dan Maros. Terbentuknya sinkhole umumnya tidak terlihat dari permukaan, sehingga keberadaan rongga batu gamping hanya dapat diidentifikasi melalui survei geofisika.

 

Kronologi Munculnya Sinkhole di Sumatera Barat

Secara geologis, wilayah Nagari Situjuah Batua merupakan kawasan batu kapur yang rentan mengalami tanah ambles akibat pelarutan oleh air. Lapisan batu kapur di wilayah ini tertutup material vulkanik dari Gunung Sago, sehingga tanahnya subur dan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.

Fenomena sinkhole ini terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, sinkhole yang terbentuk memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar 7 meter, dan kedalaman mencapai 5,7 meter.

Di awal kemunculannya, sinkhole digenangi air berwarna coklat. Namun, dalam waktu tertentu warna air berubah menjadi biru kehijauan dan volumenya terus bertambah hingga meluap ke area sawah di sekitarnya. Mengingat kondisi yang belum stabil dan potensi bahaya lanjutan, petugas memasang pembatas di sekitar lokasi untuk mengantisipasi pergerakan tanah susulan.

sinkhole

sumber foto: ugm.ac.id

Penyebab Terjadinya Sinkhole

Penyebab utama sinkhole adalah runtuhnya lapisan batu gamping di bawah tanah yang telah mengalami pelapukan. Kemudian, hujan deras juga mempercepat proses pelarutan batuan gamping karena air bersifat asam melarutkan mineral kalsit di dalamnya.

Air asam yang terus mengalir melalui celah dan rekahan batuan menyebabkan rongga di bawah tanah semakin besar. Rongga-rongga tersebut kemudian saling terhubung dan membentuk aliran air bawah tanah menyerupai sungai, sehingga lapisan penutup di atasnya runtuh dan membentuk sinkhole.

 

Potensi Bahaya dan Dampak Sinkhole

Dampak bagi Masyarakat

Sinkhole memiliki potensi bahaya serius bagi keselamatan masyarakat dan aktivitas pertanian. Oleh karena itu, pemerintah setempat segera mengamankan lokasi dan mengimbau warga agar tidak mendekati area sinkhole.

Kondisi Air di Sinkhole

Air yang menggenang di dalam sinkhole adalah akumulasi air hujan dan air bawah tanah yang kualitasnya belum terjamin. Air sinkhole berpotensi mengandung bakteri E. coli dan logam berat, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi maupun digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Respons Pemerintah dan Upaya Mitigasi

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menghimbau masyarakat agar tidak memanfaatkan atau mengonsumsi air yang menggenang di dalam sinkhole karena berbahaya bagi kesehatan. Imbauan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, saat melakukan peninjauan lokasi bersama instansi terkait.

Sebagai langkah mitigasi, aparat kepolisian bersama BPBD Kabupaten Limapuluh Kota memasang garis pembatas di sekitar area sinkhole untuk mencegah warga mendekat dan mengantisipasi potensi longsor dan amblesan lanjutan.

 

Tentang PT Wastec International

PT Wastec International adalah perusahaan terkemuka di bidang penyedia jasa pengolahan limbah B3 di Indonesia. Berdiri sejak tahun 2004, PT Wastec International telah memiliki fasilitas pengolahan limbah di Banten, Semarang, dan Tuban. Setiap fasilitas telah dilengkapi teknologi canggih untuk mengolah berbagai jenis limbah B3 dan limbah medis.

PT Wastec International juga mengedepankan layanan sebagai berikut:

  1. Pengelolaan Limbah B3
  2. Pengangkutan Limbah 
  3. Pengolahan Air Limbah Industri
  4. Pengelolaan Limbah Minyak dan Gas 
  5. Pembersihan dan Pemulihan Minyak
  6. Rekayasa Lingkungan 
  7. Layanan Pembersihan Tempat

Kelola limbah secara profesional dengan layanan pengelolaan limbah terintegrasi bersama PT Wastec International.

Picture of Author

Author