Sludge IPAL: Pengertian, Karakterisik, dan Pentingnya Pengelolaan yang Tepat

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan sistem penting yang berfungsi untuk mengolah air limbah sebelum dibuang ke lingkungan. Melalui berbagai tahapan fisik, kimia, dan biologis, IPAL membantu menurunkan kadar pencemar agar air limbah memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Namun, di balik proses tersebut, terdapat hasil samping yang juga perlu diperhatikan, yaitu sludge IPAL. Baca Juga:…
Fenomena Sinkhole di Kawasan Persawahan Sumatera Barat

Fenomena sinkhole atau tanah ambles muncul di kawasan persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Sinkhole berupa lubang besar awalnya digenangi air berwarna coklat, namun warna air berubah menjadi biru kehijauan seperti air telaga. Volume air di dalam sinkhole juga terus meningkat hingga meluap dan menggenangi area persawahan di sekitarnya. Kondisi tersebut menimbulkan…
Krisis Sampah di Indonesia: Tantangan Serius bagi Lingkungan dan Kualitas Hidup

Krisis sampah di Indonesia semakin hari menjadi isu yang membutuhkan perhatian serius. Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah penduduk menyebabkan volume sampah nasional terus meningkat. Sayangnya, kondisi ini belum diimbangi dengan kapasitas dan sistem pengelolaan sampah yang memadai. Akibatnya, banyak wilayah di Indonesia yang saat ini menghadapi krisis sampah akibat pengelolaan yang belum optimal dan efisien….
Peran K3 Bukan Sekadar Prosedur, Tapi Perlindungan Nyata

Kenapa K3 Itu Penting? Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bukan hanya untuk melindungi pekerja, namun juga dirancang untuk meningkatkan produktivitas. K3 tidak hanya diimplementasikan di gedung perkantoran atau pabrik, tetapi juga untuk semua sektor tanpa terkecuali lingkungan. Seiring berkembangnya pengetahuan, mulai banyak yang concern dan peduli terhadap K3 bukan hanya sebagai teori namun juga praktik…
Efek Mikroplastik pada Kesehatan: Ancaman Tak Terlihat di Sekitar Kita

Apa Itu Mikroplastik? Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil, umumnya kurang dari 5 milimeter. Berdasarkan asalnya, mikroplastik dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu primer dan sekunder. Mikroplastik primer sengaja diproduksi dalam ukuran kecil untuk kebutuhan industri, misalnya sebagai bahan abrasif dalam kosmetik atau pembersih. Sementara itu, mikroplastik sekunder terbentuk dari degradasi plastik berukuran besar…